Sabtu, 08 Januari 2011

Jakarta & MACET

Jakarta & MACET

Belum terselesaikannya masalah kemacetan di Jakarta salah satunya diakibatkan karena masih banyaknya pengguna jalan yang tidak disiplin dalam berkendara. Seperti yang terjadi beberapa waktu silam. Seorang warga yang menggunakan kendaraan pribadinya di jalur busway menolak untuk ditilang. Tak hanya warga sipil, mobil berplat nomor militer juga melanggar peraturan dengan memasuki jalur busway. Namun si pengemudi tersebut menolak memperlihatkan surat izin mengemudi (SIM) dan STNK.

Kejadian tadi jelas menunjukkan begitu banyaknya warga pengguna jalan di Ibu Kota yang tidak disiplin. Warga Ibu Kota memang banyak yang tergoda menyerobot ke jalur Bus Transjakarta karena lebih lengang. Namun yang pasti kemacetan menjadi semakin parah. 

Saat ini Jakarta tercatat sebagai kota termacet ketiga di dunia setelah Meksiko City dan Bangkok. Ironisnya pemerintah pun belum mampu memberikan solusi untuk mengatasi masalah kemacetan ini. Misalnya kendaraan pribadi dibiarkan terus memadati jalan-jalan di Jakarta, sementara angkutan massal tidak layak dan memadai.

Kemacetan di Jakarta membawa dampak yang buruk bagi perekonomian. Para pemodal asal Jepang misalnya. Mereka mengurungkan niatnya untuk melakukan investasi di Indonesia. Ke depan Jepang juga akan mendorong realisasi pembangunan subway atau proyek mass rapid transportation (MRT) di Jakarta. Pemrov DKI dengan perusahaan Jepang sudah mencapai kesepakatan untuk membangun subway dari Blok M ke Kota. Proyek pengerjaan Subway ini akan dimulai pada 2011 dan diperkirakan selesai pada 2020.
Berikut ini adalah penyebab kemacetan yang ada di Jakarta :


Jumlah Kendaraan bertambah
- Para pengendara yang tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas
- Sifat tidak mau mengalah
- Parkir sembarangan (Parkir Liar)
- Berhenti seenaknya
- Pengendara yang belum memiliki kesadaran bahwa mendahului / menyalip dari      sebelah kanan
- Melawan arus di pinggir jalan
- Pejalan kaki yang tidak sabar menunggu rambu merah untuk menyeberang
- Rambu-rambu lalu lintas yang kadang-kadang mati
- Belokan/putaran (U-Turn) yang kurang menyebabkan banyak kendaraan harus ikut antri berputar di putaran berikutnya
        yang sudah bergabung dari berbagai arah
- Pengaturan untuk jam kontener / truk yang tidak dipatuhi oleh para pengemudi truk.




Berikut ini adalah solusi untuk menghadapi kemacetan yang ada di Jakarta :

   Memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan
   Merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah
   Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu, biasanya  yang paling dominan membatasi arus belok kanan
   Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas, persimpangan tidak sebidang/flyover
   Meningkatkan kenyamanan, kebersihan & keamanan di  dalam angkutan umum 
    Mengembangkan teknologi transportasi (contoh ERP: Electronic Road Pricing)
    Pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum
    Pengembangan lajur atau jalur khusus bus ataupun jalan khusus bus yang di Jakarta   dikenal sebagai Busway
    Pengembangan alat transportasi alternatif seperti Monorail atau MRT (Mass Rapid Transportation)
    Pemanfaatan lahan kosong seperti sungai, karena cukup banyak sungai yang melewati Jakarta.


*sumber : www.google.com
                 www.detik.com
                 www.liputan6.com
                 www.kompas.com

SULITNYA MEMPERCAYAI POLISI, kenapa?

SULITNYA MEMPERCAYAI POLISI, kenapa?



Indonesia Corruption Watch (ICW) memperingatkan adanya rekayasa jilid II dalam kasus Gayus Halomoan Tambunan. Pasalnya, banyak fakta baru yang terungkap di dalam persidangan menunjukkan adanya keterlibatan oknum petinggi kepolisian yang terlibat di dalam kasus tersebut.

Dengan keterlibatan oknum kepolisian tersebut, sangat sulit untuk mempercayai polisi akan mampu menuntaskannya kasus mafia hukum ini di tengah pusaran konflik kepentingan para penegak hukum. Demikian disampaikan Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Febri Diansyah, dalam jumpa pers di Kantor ICW, Minggu (21/11/2010).
"Kejanggalan yang paling mencolok dimulai dengan adanya desain sistematis untuk membonsai kasus ini di mana Gayus justru dijerat pada kasus PT SAT dengan kerugian negara mencapai Rp 570 juta dan bukan pada kasus utama, yaitu rekening Rp 28 miliar dan save deposit sebesar Rp 75 miliar," ucap Febri. 

Kedua kasus yang disebut terakhir, lanjut Febri, justru seolah hilang begitu saja ditelan bumi. "Manuver ini disinyalir untuk menghindar dari simpul besar kasus mafia pajak yang diduga menjerat para petinggi di institusi kepolisian," ucapnya.
Ia juga melihat keengganan pihak Mabes Polri menuntaskan kasus Gayus dibuktikan dari beberapa petinggi kepolisian, yakni Edmon Ilyas, Pambudi Pamungkas, Eko Budi Sampurno, Raja Erizman, sampai dengan Kabareskrim dan Wakabareskrim tidak tersentuh sama sekali. "Padahal, Gayus bilang di persidangan mengeluarkan uang  500.000 dollar AS kepada beberapa perwira tinggi polisi agar blokir rekeningnya bisa dibuka. Hal ini bisa dijadikan sebagai alat bukti yang sah," ucap Febri.
Alih-alih menjerat perwira tinggi tersebut, polisi pun cenderung melokalisir kasus ini hanya sampai kepada perwira menengah,  yakni Kompol Arafat dan AKP Sri Sumartini. "Mereka telah dijadikan tumbal. Mereka hanya pemain kecil yang tidak berwenang pada pemegang dan pengambil keputusan dalam skenario kasus tersebut," ucap Febri.

Ditambah lagi dengan munculnya kasus baru yang menyeret Gayus, yaitu kasus berhasilnya Gayus keluar dari tahanan MAKO Brimob, Depok yang terkenal `ketat´ dan menonton pertandingan Tenis di Bali, bahkan Gayus berhasil ke luar negeri bersama istrinya, menurut pengakuannya Gayus pergi ke Macau, Singapur dan Kuala Lumpur. Hingga saat ini belum diketahui apa motif Gayus ke luar negeri, apakah hanya untuk berlibur, menemui seseorang atau untuk melarikan aset kekayaan hasil korupsi yang mungkin masih dimilikkinya.

Sejumlah pihak saat ini mendorong wacana agar kasus penggelapan pajak yang melibatkan Gayus ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pihak KPK sendiri menyatakan kesiapannya menerima limpahan kasus tersebut. Namun sampai saat ini, kepolisian masih berusaha meyakinkan masyarakat bahwa kasus tersebut akan dapat dituntaskan oleh pihak kepolisian.


* Sumber : www.detik.com
                 www.kompas.com
                 www.liputan6.com

KEGAGALAN (LAGI) TIMNAS INDONESIA

KEGAGALAN (LAGI) TIMNAS INDONESIA

Tim nasional Indonesia hanya mampu menang 2-1 atas Malaysia pada laga final leg kedua Piala AFF 2010 di Gelora Bung Karno, Rabu (29/12/2010). Indonesia pun mengakhiri turnamen ini hanya sebagai runner-up, mengingat timnas Indonesia kalah 0-3 pada laga pertama di Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Minggu (26/12/2010).
Indonesia bermain sebagai tuan rumah dengan kewajiban menang 4-0, Indonesia tampil agresif sejak menit-menit awal. Sayangnya, usaha itu tak diimbangi dengan ketenangan dan fokus tinggi. Pada momen-momen yang sangat krusial, Indonesia kerap melakukan kesalahan umpan atau terburu-buru melakukan eksekusi, sehingga penyelesaian akhir yang dapat membuahkan gol tidak terjadi.
Di tengah kesulitan itu, Indonesia mendapatkan hadiah penalti, menyusul handsball yang dilakukan ole Mohd Sabre bin Mat Abu pada menit ke-18. Firman Utina yang dipercaya mengeksekusi bola secara akurat menendang ke sudut kiri bawah gawang. Tapi sangat disayangkan, tendangan Firman terlalu lemah sehingga bola mudah ditangkap oleh kipper Malaysia Khairul Fahmi.
Setelah penalti itu, Malaysia mencoba untuk bangkit. Melalui Mohamad Ashari bin Samsudin, mereka hampir saja bisa mencetak gol pada menit ke-20. Untung saja kipper Indonesia Markus Horison masih mampu menepis tembakan akurat yang dilesatkan Ashari.
Indonesia pun mencoba untuk membalas. Namun, belum lagi mampu menciptakan ancaman serius ke gawang Malaysia, Indonesia kembali terancam kebobolan pada menit ke-32. Saat itu, Mohd Safee bin Mohd Sali berhasil masuk kedalam kotak penalty Indonesia dan menembakkan bola dengan kencang, tapi bola pun melenceng dari sasaran.
Ancaman itu dibalas Indonesia dengan sejumlah serbuan yang tuntas dengan eksekusi yang kurang tenang dari Christian Gonzales. Namun, Malaysia mampu menjaga gawangnya dari kebobolan sampai peluit turun minum berbunyi, dengan skor 0-0 tertera di papan skor.
Babak kedua pun dimulai, permainan tak banyak berubah pada babak kedua. Indonesia masih lebih dominan dalam penguasaan bola dan serangan, tetapi masih bermasalah dengan sentuhan akhir, baik saat mengumpan maupun menembak ke arah gawang.
Masalah itu belum selesai ketika Malaysia malah mampu unggul 1-0 berkat gol Mohd Safee pada menit ke-54. Dalam sebuah serangan balik, Safee berhasil menguasai sebuah umpan terobosan dan menggiringnya melewati dua pemain belakang Indonesia Maman dan Hamka sebelum melepaskan tendangan keras dari tengah kotak penalti, yang merobek gawang Markus Horison.
Setelah itu, Indonesia mengalami penurunan performa. Untuk mengatasi hal itu, pelatih Alfred Riedl menarik Firman Utina dan Irfan Bachdim, lalu memasukkan Eka Ramdani dan Bambang Pamungkas pada menit ke-58.
Perubahan itu perlahan-lahan menaikkan kualitas permainan Indonesia, sampai akhirnya bisa menyamakan kedudukan berkat gol Muhammad Nasuha pada menit ke-73. Memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Ahmad Bustomi yang ditepis Khairul Fahmi, Muhammad Nasuha pun akhirnya bisa membobol gawang Malaysia.
Gol itu semakin mendongkrak kepercayaan diri Indonesia. Mereka terus berusaha mencetak gol pada waktu yang tersisa. Setelah berjuang hingga menit ke-85, Indonesia berhasil mengungguli Malaysia berkat tembakan keras Muhammad Ridwan.
Menguasai bola dari luar kotak penalti, ia menggiring bola sebelum menembakkannya. Bola sempat membentur pemain Malaysia sebelum mendesak jaring gawang timnya sendiri.
Pada waktu tersisa, permainan berlangsung sangat seru dan semakin sengit. Sementara Indonesia masih mengejar gol, Malaysia juga mencoba memberikan tekanan balik untuk mengurangi ancaman Indonesia.
Sejumlah situasi berbahaya menghinggapi kedua kubu. Namun, sampai peluit panjang berbunyi, papan skor tetap menunjukkan angka 2-1. Indonesia akhirnya memenangkan pertandingan tapi tanpa mendapatkan gelar juara Piala AFF 2010. 


*Sumber:  www.detik.com
                 www.kompas.com
                 www.liputan6.com